Januari 2, 2023 Oleh admin 0

Berita Terkini Tahun Baru 2023

Berita Terkini Tahun 2023 Tak Ada Lagi Pembatasan Kerumunan Buat Warga

Berita terkini  setelah tahun baru 2023 memang menjadi kado awal tahun yang cukup membahagiakan. Pasalnya beberapa tahun terakhir keadaan kesehatan di negara Indonesia begitu sangat meresahkan. Namun kini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan bangga menyebut Indonesia sebagai salah satu dari empat negara G20 yang tidak mengalami gelombang pandemi Covid-19 dalam kurun waktu 11 bulan terakhir.

Beruntung sekali bahwa negara Indonesia termasuk 1 dari 4 negara G20 yang dalam 10-11 bulan berturut-turut tidak mengalami gelombang pandemi (Covid-19). Terlebih sekarang kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia  mulai semakin aman dan terkendali.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali adalah dengan terlihat dari perbandingan jumlah kasus pada Indonesia mengalami puncak Delta dan Omicron beberapa bulan lalu. Ya, tentu saja  kita semua ingat pada saat puncak Delta, kita berada di angka 56 ribu di Juli 2021 dan di Februari 2022 kita mengalami lagi puncak tren karna Omicron berada di angka 64 ribu kasus harian

Dan beruntung sekali, saat ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh bapak Presdent Jokowi seiring dengan adanya pencabutan serta penghentian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terkait Covid-19.

Jadi kini tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat.  Hal ini ditegaskan Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, pada hari jum’at tanggal 30 desember 2022. Namun, meski demikian, seluruh masyarakat dan komponen Bangsa diminta  untuk tetap hati-hati dan waspada. Ke depannya, seluruh masyarakat Indonesia juga harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19 yang masih saja bisa tetap terjadi.

Di samping hal itu, semua langkah-langkah pencegahan penularan dengan menggunakan masker di ruang tertutup atau di keramaian tetap harus dilanjutkan. Sebagai informasi, pemerintah resmi menghentikan dan mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia, mulai hari Jumat 30 desember 2022.

Penghentian PPKM tersebut diambil oleh pemerintah berdasarkan pembahasan dan kajian mendalam yang telah dilakukan, serta sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah berkaca dari situasi pandemi Covid-19 yang semakin terkendali dan angka kasus penularan harian yang terus turun. Adapun, pencabutan PPKM tersebut nantinya akan diatur dan ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 50 dan 51 Tahun 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dengan penghentian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tak serta merta mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.  Kepala Negara menjelaskan bahwa status kedaruratan kesehatan di Indonesia tetap dipertahankan dan belum dicabut sampai saat ini.

Untuk status kedaruratan tidak dicabut karena pandemi belum berakhir sepenuhnya,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta yang disiarkan secara daring, Jumat (30/12/2022).  Menurut Jokowi, status pandemi Covid-19 bersifat global dan tidak hanya berlaku untuk Indonesia. Atas dasar itu, pemerintah tetep harus menerapkan status kedaruratan kesehatan mengikuti Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Status kedaruratan kesehatan tetap dipertahankan mengikuti status dari public health emergency of international concern dari WHO.  Perlu kita ketahui, bahwa PPKM dalam rangka pengendalian penularan Covid-19 telah resmi dihentikan mulai Jumat 30 desember 2022.

Hal itu disampaikan langsung oleh Jokowi dan telah diatur secara resmi dalam Instruksi Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Pada Masa Transisi Menuju Endemi.

Hal ini tentu saja disambut baik oleh semua masyarakat Indonesia. Bukan hanya yang beragama kristiani namun bagi semua umat. Mengingat, sudah dua tahun terakhir hampir semua perayaan ibadah keagamaan, baik itu Hari Raya Idul Fitri, Natal maupun tahun baru diselenggarakan dengan protokol kesehatan ketat akibat pandemi Covid-19. Bahkan beberapa ketakutan yang mencekam membuat kita semua enggan keluar rumah maupun menerima tahu.

Hal itu tentu saja juga berakibat menurunnya ekonomi di berbagai sektor perdagangan. Tak sedikit pengusaha yang gulung tikar maupun terjebak dalam hutang yang melilit karena kondisi keuangan yang benar-benar memprihatinkan. Begitu juga banyak sekali pegawai yang terpaksa di phk tanpa pesangon yang memadai.

Beruntung dengan dicabutnya status tersebut mudah-mudahan sekarang di semua sektor menjadi lebih baik. Kitapun jadi lebih terasa aman tanpa merasakan ketakutan yang mencekam pada saat keluar rumah. Meskipun memang tetap harus menjaga protokol Kesehatan namun tidak seketat dahulu. Kemana-mana harus menyemprot hand sanitizer, cepat-cepat mandi dan ganti baju pada saat pulang ke rumah.