Berikut tiga taman kota yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi di Kota Ambon masing-masing memiliki keunikan tersendiri beserta peran serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon demi keasrian, kerapian taman kotanya.
1. Taman Pattimura
Taman ini memiliki luas sekitar 11.000 m², dilengkapi fasilitas lapangan basket/voli, air mancur, pedestrian, taman yang rapi dan hijau.
Nilai sejarah: Di tengah taman berdiri patung Kapitan Pattimura (Thomas Matulessy) setinggi ±7 meter yang menjadi simbol perjuangan rakyat Maluku melawan penjajah.
Manfaat bagi pengunjung: Taman ini cocok untuk bersantai, olahraga ringan, membawa keluarga, atau sekadar menikmati suasana kota Ambon yang lebih tenang.
Catatan: Sebagai pecinta kucing dan hijaber travel blogger, Anda bisa menikmati momen santai sambil membawa kameranya untuk foto-latar pepohonan rindang, anak-anak bermain, atau momen sore hari di taman ini.
2. Taman Gong Perdamaian Dunia (di kawasan Taman Pelita)
Lokasi: Di pusat Kota Ambon, di kawasan Taman Pelita, dekat jalan utama. Ikon perdamaian: Gong Perdamaian Dunia – diametesekitar 2 meter, dengan lambang bendera negara dan simbol agama-agama besar, sebagai simbol bahwa Ambon adalah kota yang damai.
Aktivitas: Taman ini sering dikunjungi pada akhir pekan; ada Galeri Ekonomi Kreatif (UMKM, kuliner, kerajinan) yang menambah suasana menarik.
Daya tarik travel blogger/hijaber: Spot foto yang instagramable, terutama saat malam hari dengan pencahayaan monumen dan aktivitas komunitas.
3. Taman Karpan
Lokasi: Karang Panjang (Jl. Pemuda), Ambon, Maluku . Merupakan Taman terbuka hijau yang sering dimanfaatkan untuk lari pagi/sore, jalan-santai, bersantai di bangku-bangku taman. Taman ini cukup minimalis namun tertata dan rimbun.
Keunggulan: Karena ukurannya mungkin lebih kecil dibanding taman besar lainnya, tetapi cocok bagi warga lokal atau blogger yang ingin suasana santai, mudah dijangkau dan tidak terlalu ramai.
IPeran Serta DLHP Kota Ambon dalam Pengelolaan Taman Kota
Pengelolaan taman kota bukan hanya menanam pohon dan menata rumput, tetapi melibatkan banyak aspek: kebersihan, pemeliharaan, pengelolaan sampah, keamanan lingkungan, dan partisipasi masyarakat. Berikut rincian peran, program, dan tantangan dari DLHP Kota Ambon.
1. Landasan dan tugas institusional
Berdasarkan Pemerintah Kota Ambon melalui Peraturan Walikota Ambon No. 38 Tahun 2016, DLHP Kota Ambon sebagai unsur pelaksana otonomi daerah di bidang lingkungan hidup dan persampahan.
Tugas pokok: Menyusun dan melaksanakan kebijakan di bidang lingkungan hidup dan persampahan. Fungsi-nya meliputi perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan.
Artinya: Pengelolaan taman kota, sebagai bagian dari ruang terbuka hijau dan lingkungan hidup perkotaan, menjadi salah satu tanggung jawab DLHP, bersama OPD terkait lainnya.
2. Program keterlibatan DLHP yang relevan untuk taman kota
Penempatan tempat sampah modern/waste bin di titik strategis kota Ambon. Contoh: DLHP menyediakan 11 unit waste bin di berbagai kawasan agar masyarakat lebih mudah membuang sampah pada tempatnya.
Perbaikan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan bak sampah: DLHP mengganti bak semen dengan bak plastik kapasitas 1.000 liter di 14 titik, terutama di ruas jalan utama kota Ambon.
Kampanye dan program partisipasi masyarakat: Contoh program “tukar sampah plastik dengan uang tunai” yang dilakukan oleh DLHP bersama warga dan bank sampah. Pada September 2025, DLHP menerima 3,4 ton sampah plastik dari masyarakat melalui program tersebut.
Kajian strategis lingkungan hidup (KLHS) untuk masa 2025-2045: DLHP menyusun KLHS sebagai acuan pembangunan berkelanjutan termasuk aspek ruang terbuka hijau dan penataan kota yang ramah lingkungan.
3. Tantangan dan kondisi terkini
Masalah sampah masih menjadi pekerjaan besar di Kota Ambon. Contoh: Dari 167 TPS tersebar di lima kecamatan, masih banyak TPS yang kondisinya kurang baik—sampah berserakan, kendaraan angkut terbatas, sehingga kebersihan di area publik (termasuk taman) kurang optimal.
Penataan taman kota belum merata: Anggota DPRD Kota Ambon menyebut bahwa banyak taman kota yang belum ditata dengan baik — tanaman kurang terawat, genangan air, sampah plastik, sehingga citra kota “Ambon Manise” bisa terganggu.
Terbatasnya armada angkut sampah dan akses ke wilayah perbukitan: DLHP Ambon mengusulkan penambahan 10 armada sampah di 2025 karena beberapa jalur belum terlayani dengan baik.
4. Pengelolaan taman kota secara spesifik
Untuk menjaga taman kota tetap asri, tertata, dan rapi, DLHP dan pemangku kepentingan sebaiknya melakukan langkah-langkah berikut:
Pembersihan rutin: Petugas kebersihan (DLHP atau mitra) melakukan penyapu, pembuangan sampah, pemangkasan tanaman secara berkala agar taman bebas dari sampah dan rimbun tak terkendali.
Penempatan tempat sampah: Di setiap taman, harus tersedia tempat sampah yang cukup dan mudah diakses. Ini membantu menghindari pengunjung membuang sembarangan. DLHP sudah mulai menempatkan waste bin di titik strategis.
Pemeliharaan hijau-hijauan: Tanaman, rumput, pepohonan yang sehat memberi kesan asri. DLHP atau Dinas Pertamanan (jika ada) perlu melakukan penyiraman, pemangkasan, penggantian tanaman yang mati.
Penataan fasilitas publik: Bangku taman, pedestrian, penerangan malam hari, fasilitas olahraga ringan — semuanya harus dalam kondisi baik agar taman nyaman dikunjungi. Contoh: Taman Pattimura dengan fasilitas olahraga dan pedestrian.
Keamanan dan kenyamanan pengunjung: Taman yang nyaman bisa membuat pengunjung (termasuk Anda sebagai travel blogger/hijaber) betah berada lebih lama, berfoto, bersantai. Lampu malam hari, petunjuk akses jalan, kebersihan, keamanan — semua aspek penting.
Partisipasi masyarakat: DLHP telah melibatkan masyarakat lewat program tukar sampah, bank sampah, dan konsultasi publik KLHS. Pengunjung taman juga sebaiknya ikut menjaga kebersihan: tak membuang sampah sembarangan, menjaga tanaman, tidak membuat kerusakan.
Monitoring dan evaluasi: DLHP melakukan evaluasi capaian layanan pengelolaan sampah (misalnya capaian 69,42% layanan pengangkutan sampah di 2023) dan perlu juga mengevaluasi kondisi taman-kota.
5. Sinergi antar pihak
DLHP Kota Ambon tentu tidak bekerja sendiri. Pengelolaan taman kota yang baik juga memerlukan sinergi antara:
Pemerintah Kota/Kecamatan: Penyediaan anggaran, kebijakan, koordinasi antar OPD (pertamanan, PU, kebersihan).
Masyarakat lokal & komunitas: Warga yang rutin memakai taman, komunitas olahraga pagi, keluarga pengunjung — mereka punya peran menjaga kebersihan dan tertib.
Sektor swasta/UMKM: Misalnya di kawasan Taman Gong Perdamaian, hadir Galeri Ekraf yang mendukung daya tarik taman dan ekonomi lokal.
Media & travel blogger: Anda sebagai hijaber travel blogger dapat ikut mempromosikan keindahan taman kota, sekaligus mengajak pengunjung untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.
III. Tips bagi Pengunjung — khusus untuk Anda
Sebagai hijaber travel blogger dan pecinta kota, berikut beberapa tips agar kunjungan Anda ke taman‐taman di Kota Ambon lebih optimal:
Waktu terbaik kunjungan: Sore hari menjelang matahari terbenam memberikan cahaya lembut untuk foto, suasana lebih tenang. Taman Pattimura dan Taman Karpan cocok untuk session santai. Untuk Taman Gong Perdamaian, malam hari dengan pencahayaan monumen bisa jadi latar foto keren.
Bawa peralatan yang sesuai: Sandal nyaman atau sepatu ringan untuk berjalan-jalan di taman; hijab yang mudah disesuaikan untuk berfoto; jika ingin foto malam, membawa light-reflector kecil atau menggunakan mode malam kamera.
Perhatikan aspek hijau & lingkungan: Coba cari sudut foto yang menunjukkan pepohonan rindang, zona teduh, area jalan kaki. Hindari area taman yang mungkin kurang terawat (seperti genangan air atau sampah) — untuk kualitas konten yang bagus.
Interaksi dengan masyarakat lokal: Banyak warga yang menggunakan taman untuk olahraga atau bersosialisasi. Anda bisa berinteraksi ramah sambil mengambil candid foto suasana alami.
Menjaga lingkungan: Sebagai travel blogger yang peduli lingkungan (dan sebagai pecinta kucing), Anda bisa membawa tas kecil untuk sampah pribadi atau mengajak pengikut sosial media Anda untuk “bersih-taman”. Hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan akan sangat membantu citra taman kota.
Eksplorasi sekitar taman: Sekitar taman kota di Ambon umumnya dekat pusat kota, bisa sambil jalan kaki ke kafe lokal, kuliner Maluku, atau kombinasi dengan wisata pantai atau landmark lainnya.
Waktu kunjungan yang tenang: Jika ingin suasana lebih rileks tanpa banyak keramaian, kunjungi pagi hari saat olahraga pagi atau hari kerja, bukan hanya akhir pekan.
Fotografi dengan nilai cerita: Misalnya di Taman Pattimura — selain keindahan lanskap, Anda bisa menyampaikan cerita sejarah Kapitan Pattimura. Di Taman Gong Perdamaian — bisa sebagai narasi toleransi dan perdamaian kota Ambon. Cerita semacam ini akan menambah nilai pada blog Anda.
IV. Kesimpulan
Kota Ambon memiliki beberapa taman kota yang indah, strategis dan bermanfaat untuk warga maupun pengunjung. Taman Pattimura, Taman Gong Perdamaian dan Taman Karpan masing-masing menawarkan pengalaman berbeda — dari suasana hijau, nilai sejarah, hingga ikon perdamaian dunia.
Peran DLHP Kota Ambon sangat penting dalam menjaga taman-taman tersebut agar tetap asri, tertata rapi dan ramah bagi semua. Melalui program pengelolaan sampah, penataan fasilitas, dan kolaborasi dengan masyarakat, DLHP secara bertahap meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kota ini. Namun, masih ada tantangan seperti cakupan layanan pengangkutan sampah yang belum optimal, beberapa taman yang belum tertata sepenuhnya, dan kebutuhan pendanaan/armada yang belum mencukupi.
Bagi Anda sebagai hijaber travel blogger, kunjungan ke taman-taman tersebut bisa menjadi konten yang menarik sekaligus sarana untuk mengajak audiens peduli terhadap ruang terbuka hijau dan lingkungan kota. Dengan memilih sudut foto yang bagus, menggunakan cerita sejarah atau lingkungan, dan berbagi tips ramah-lingkungan, Anda tidak hanya mempromosikan keindahan Ambon, tetapi juga nilai keberlanjutan.