Jadi Mommy 5 Anabul Itu Tidak Mudah, Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Dulu saya pikir punya kucing itu cuma soal kasih makan, elus-elus kepala, lalu tidur bareng sambil ditemani suara “meong” yang menggemaskan.

Maklum, awalnya saya memelihara kucing hanya untuk senang-senang. Kebetulan saya sering merasa sepi kalau sendirian di rumah, jadi punya anabul rasanya seperti punya teman kecil yang selalu ada. Ada yang menemani ketika bekerja, menonton film, bahkan sekadar rebahan sambil scrolling media sosial.

Tapi ternyata…

Satu kucing menjadi dua. Dua menjadi tiga. Tiga menjadi empat. Dan sekarang… lima!

Hahaha!

Rumah saya sekarang resmi berubah menjadi markas besar para anabul. Saya bukan lagi sekadar pemilik kucing, tetapi sudah naik pangkat menjadi babu dari lima majikan berbulu.”

Kelima anabul saya punya karakter masing-masing. Ada yang manja minta dielus, ada yang hobinya tidur seharian, ada yang kalau melihat kardus langsung merasa menemukan rumah baru, ada yang suka mengejar-ngejar temannya, sampai ada yang punya kebiasaan menjatuhkan barang dari meja hanya untuk memastikan babunya masih hidup.

Dan tentu saja, salah satu princess kesayangan saya adalah Olin.

Si Princess Olin ini sekarang mulai terkenal alias selebcing. Gara-gara wajahnya yang lucu dan tingkahnya yang menggemaskan, Olin mulai mendapatkan berbagai kerja sama dengan brand.

Mulai dari vitamin kucing, makanan kering, wet food, sampai susu kucing.

Sebagai mommy sekaligus manager dadakan, tentu saja saya senang. Meski dalam hati suka bertentangan dengan hati nurani, dosa nggak ya mengeksploitasi anak dibawah umur.

Tapi ada satu konsekuensi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya:

DEADLINE!

Kalau sudah ada kerja sama brand, saya harus menyiapkan banyak hal. Mulai dari menerima produk, membaca brief, menentukan konsep foto dan video, menyiapkan properti, membersihkan area supaya cantik ketika difoto, mengambil foto Olin, merekam video, mengedit, membuat caption, sampai mengunggah sesuai jadwal.

Dan masalahnya…

Olin tidak selalu mau bekerja sama!

Saat saya sudah menyiapkan kamera dan produk, Olin malah tidur.

Saat saya sudah memanggil namanya berkali-kali, dia malah pergi.

Saat saya sudah mendapatkan pose yang bagus, tiba-tiba dia bersin.

Begitu saya bilang, “Olin, lihat kamera, Nak…”

Dia malah membelakangi kamera.

Dan parahnya lagi Olin sempat ngambek selama lebih dari satu minggu. Asli saya kelabakan sendiri jadinya. Hampir setiap saat saya merayu dengan elusan maupun aneka makanan kesukaannya.

Belum selesai urusan konten, pekerjaan rumah tangga juga sudah menunggu.

Sebagai mommy anabul, pekerjaan saya tidak hanya membuat konten. Saya juga harus membersihkan litter box, menyapu bulu-bulu yang bertebaran, mengepel lantai, mencuci tempat makan dan minum, mencuci alas tidur, membersihkan kandang atau area bermain, menyiapkan makanan, mengisi air minum, sampai memastikan rumah tetap nyaman untuk lima ekor kucing.

Dan jangan lupakan drama klasik

BARU SELESAI MENYAPU, BULU SUDAH BERTEBARAN LAGI.

Kadang saya sampai bertanya dalam hati, “Ini saya punya sapu atau sedang mengikuti challenge menyapu tanpa akhir?”

Belum lagi ketika harus membersihkan debu dan kotoran di rumah. Saat menyapu atau membersihkan area tertentu, debu bisa beterbangan. Kalau sedang berada di luar rumah, jalanan yang penuh debu juga membuat mata terasa kurang nyaman.

Ditambah pekerjaan di depan laptop dan smartphone yang mengharuskan saya menatap layar cukup lama. Ketika sedang mengedit video, membuat caption, mengecek brief brand, membalas pesan, atau mengurus media sosial Olin, saya bisa lupa waktu.

Mata pun mulai terasa tidak nyaman.

Awalnya saya mengira hanya capek biasa.

Namun suatu hari, ketika sedang mengejar deadline konten Olin, saya mulai merasakan mata sepet dan perih. Rasanya seperti ingin mengucek mata terus. Mata juga terasa lelah, apalagi setelah seharian berpindah dari layar laptop ke kamera, kemudian kembali lagi ke smartphone.

Padahal pekerjaan belum selesai.

Di satu sisi saya harus menyelesaikan konten kerja sama Olin. Di sisi lain, rumah belum selesai dibereskan. Litter box harus dibersihkan, tempat makan harus dicuci, lantai harus disapu karena bulu kembali berserakan.

Momen yang sebenarnya ingin saya nikmati bersama para anabul malah jadi kurang nyaman karena mata terasa mengganggu.

Di situlah saya mulai sadar bahwa Gejala Mata Kering ternyata bisa muncul di tengah aktivitas sehari-hari yang kelihatannya sepele.

Mata SEpet, PErih, LElah, Ternyata Bisa Mengganggu Aktivitas

Mata adalah salah satu indera yang berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Nyatanya, 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering, namun 50% di antaranya tidak menyadari kondisi mata kering tersebut.

Gejala mata kering yang paling sering dirasakan, seperti mata SEpet, PErih, LElah atau disingkat SePeLe, sering kali dianggap sepele.

Saya pun pernah begitu.

Merasa mata sepet? Ah, mungkin karena kurang tidur.

Mata terasa perih? Mungkin karena terlalu lama melihat laptop.

Mata terasa lelah? Namanya juga kerja seharian.

Padahal, kalau dibiarkan, rasa tidak nyaman tersebut bisa mengganggu aktivitas dan membuat momen penting menjadi kurang maksimal.

Termasuk momen bersama anabul kesayangan.

Bayangkan sedang ingin mengambil foto Olin untuk kerja sama brand, tetapi mata terasa sepet dan perih. Fokus melihat layar kamera pun jadi kurang nyaman. Mau mengedit video juga terasa berat karena mata sudah lelah.

Padahal deadline terus berjalan!

Insto Dry Eyes Jadi Teman Saat Mata Mulai Tidak Nyaman

Sejak pengalaman itu, saya mulai lebih memperhatikan kondisi mata. Saya berusaha memberikan jeda ketika terlalu lama menatap layar, mengatur waktu bekerja, tidak memaksakan mata terus-menerus bekerja, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Kalau sedang membersihkan rumah, saya juga berusaha menghindari debu beterbangan langsung ke area wajah dan mata. Setelah selesai membersihkan litter box atau rumah, saya membiasakan diri mencuci tangan dan membersihkan diri sebelum kembali mengurus pekerjaan.

Saya juga mulai menyediakan Insto Dry Eyes sebagai salah satu perlengkapan yang saya bawa dan gunakan sesuai petunjuk pada kemasan ketika mata terasa kering dan tidak nyaman.

Saat mata mulai terasa SEpet, PErih, atau LElah, saya tidak lagi menganggapnya sebagai gangguan kecil yang bisa diabaikan begitu saja.

Buat saya, ini penting karena aktivitas sebagai mommy lima anabul saja sudah cukup menguras energi.

Belum lagi harus menjadi fotografer, videografer, editor, content creator, admin media sosial, sekaligus babu yang setiap hari membersihkan rumah!

Setidaknya dengan lebih memperhatikan kenyamanan mata, saya bisa kembali fokus mengerjakan pekerjaan dan menikmati tingkah lucu para anabul.

Apalagi ketika Olin sudah mulai pasang muka imut di depan kamera.

“Ayo Lin, satu foto lagi…”

Olin: menutup mata.

Saya: “Huaaa… mo nangis rasanya”

Beginilah kehidupan mommy anabul. Sudah capek mengejar deadline, masih harus mengejar kucing untuk mendapatkan satu foto yang bagus.

Dari Lima Anabul, Banyak Pelajaran yang Saya Dapat

Punya lima anabul memang melelahkan, tetapi jujur saja saya tidak pernah benar-benar menyesal.

Rumah menjadi lebih ramai. Ada suara kaki-kaki kecil berlarian, suara mengeong, suara tempat makan bergeser, sampai suara kucing berantem rebutan tempat tidur yang sebenarnya ukurannya cukup untuk semuanya.

Mereka memang sering bikin repot babu.

Tapi mereka juga memberikan banyak kebahagiaan.

Ketika hari sedang melelahkan, tingkah mereka sering kali menjadi hiburan. Ketika pekerjaan terasa menumpuk, melihat wajah mereka yang polos bisa membuat saya tersenyum lagi.

Karena itu, saya ingin tetap bisa menikmati setiap momen bersama mereka dengan kondisi tubuh yang nyaman, termasuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mata.

Buat teman-teman yang aktivitasnya juga padat, jangan menunggu mata benar-benar terasa tidak nyaman baru mulai peduli.

Kalau muncul Gejala Mata Kering seperti Mata SEpet, PErih, LElah, atau SePeLe, jangan langsung dianggap remeh.

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Kenali kondisi mata, berikan waktu untuk beristirahat dari layar, jaga kebersihan lingkungan, dan bila membutuhkan, Tetesin Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaan.

Karena mata yang nyaman membuat kita bisa lebih maksimal menjalani berbagai aktivitas—mulai dari bekerja mengejar deadline, mengurus rumah, sampai menjadi babu kesayangan lima anabul di rumah.

Dan untuk saya pribadi, momen paling menyenangkan tetap ketika semua pekerjaan sudah selesai, laptop ditutup, kamera disimpan, rumah sedikit lebih rapi…

Lalu kelima anabul datang menghampiri.

Olin biasanya langsung naik ke sofa dan memasang wajah princess-nya.

Seolah-olah berkata:

“Babu, hari ini sudah kerja keras. Sekarang waktunya elus aku.”

Ya sudah…

Deadline boleh padat.

Rumah boleh berantakan lagi.

Bulu boleh kembali memenuhi lantai.

Yang penting mommy bisa tersenyum sambil berkata:

“Sini, Princess Olin…”

Karena bersama anabul, selalu ada cerita. Dan supaya setiap ceritanya tetap nyaman dinikmati, ingat selalu: Mata Kering Jangan Disepelein. Yuk, lebih peduli dengan mata selalu sedia #InstoDryEyes agar kita selalu #BebasMataKering dan jangan biarkan gejala #MataSePeLeJanganSepelein  agat tak mengganggu aktivitas sehari-hari.  

Tinggalkan komentar